Rabu, 29 September 2010

Latar belakang Bahasa Indonesia

Latar belakang bahasa Indonesia

APA BAHASA ITU? Sepuluh Pengertian Bahasa Menurut Para Ahli

Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.
Lain halnya menurut Owen dalam Stiawan (2006:1), menjelaskan definisi bahasa yaitu language can be defined as a socially shared combinations of those symbols and rule governed combinations of those symbols (bahasa dapat didefenisikan sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol-simbol yang dikehendaki dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan).
Pendapat di atas mirip dengan apa yang diungkapkan oleh Tarigan (1989:4), beliau memberikan dua definisi bahasa. Pertama, bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, barang kali juga untuk sistem generatif. Kedua, bahasa adalah seperangkat lambang-lambang mana suka atau simbol-simbol arbitrer.
Menurut Santoso (1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara sadar.
Definisi lain, Bahasa adalah suatu bentuk dan bukan suatu keadaan (lenguage may be form and not matter) atau sesuatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, atau juga suatu sistem dari sekian banyak sistem-sistem, suatu sistem dari suatu tatanan atau suatu tatanan dalam sistem-sistem. Pengertian tersebut dikemukakan oleh Mackey (1986:12).
Menurut Wibowo (2001:3), bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
Hampir senada dengan pendapat Wibowo, Walija (1996:4), mengungkapkan definisi bahasa ialah komunikasi yang paling lengkap dan efektif untuk menyampaikan ide, pesan, maksud, perasaan dan pendapat kepada orang lain.
Pendapat lainnya tentang definisi bahasa diungkapkan oleh Syamsuddin (1986:2), beliau memberi dua pengertian bahasa. Pertama, bahasa adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatan, alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Kedua, bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas dari keluarga dan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.
Sementara Pengabean (1981:5), berpendapat bahwa bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadi pada sistem saraf. 
Pendapat terakhir dari makalah singkat tentang bahasa ini diutarakan oleh Soejono (1983:01), bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidup bersama.
 
Kurangnya pembahasan Bahasa Indonesia, maka timbul Sikap Positif terhadap bahasa Indonesia  yang dapat di wujudkan  dengan :
  1. Kesetiaan bahasa adalah keinginan suatu masyarakat pendukung bahasa untuk memelihara dan mempertahankan suatu bahasa, bahkan kalau perlu mencegahnya dari pengaruh bahasa lain, mencegah adanya interferensi dari bahasa asing. Pertimbangan semacam ini mendorong seseorang atau masyarakat pendukung bahasa itu untuk menjadikan bahasanya sebagai penanda jati diri identitas etniknya, dan sekaligus membedakannya dari etnik lain.
  2. Kebanggaan bahasa – seperti halnya nasionalisme—adalah daya ide yang mengisi mental dan hati manusia dengan pikiran-pikiran dan sistem yang mengendalikan manusia untuk menerjemahkan kesadarannya dalam tingkah laku berpola (Weinrich, 1974:99). Contoh nyata tentang hal ini dapat dilihat pada kelompok etnis Madura yang punya kesetiaan dengan bahasa mereka. Kemanapun mereka merantau entah ke Jakarta, Medan bahkan pergi bekerja ke luar negeri mereka tetap setia dan bangga untuk mempertahankan bahasa daerahnya. Seorang teman yang biasa memandu orang-orang asing ke daerah-daerah terpencil di Madura pernah punya pengalaman menarik tentang hal ini. Suatu hari dia memandu orang asing ke daerah pedesaan di pinggiran Kabupaten Pamekasan. Saat itu ada orang desa lugu yang minta pada teman saya agar ditanyakan pada orang asing itu apakah mereka bisa berbahasa Madura. Teman saya hanya senyum-senyum karena sudah jelas tamu itu sam sekali tidak tahu bahasa Madura. Bahasa Indonesia saja tidak tahu, apalagi bahasa Madura. Dibalik keluguan orang desa itu terdapat kebanggaan dan kepercayaan diri yang besar terhadap bahasa daerah mereka. Orang Madura dikenal memiliki kesetiaan bahasa ditandai dengan selalu diajarkannya bahasa ini kepada anak keturunan mereka dimanapun mereka tinggal. 10,2 juta orang Madura yang merantau sampai ke tempat-tempat jauh tetapi bahasa daerah mereka masih tetap dipertahankan sampai sekarang.
  3. Kesadaran Bahasa - kita sebagai Mahasiswa harus mampu menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku. ketika kita hidup di jakarta yang mayoritas penduduknya adalah dari berbagai suku bangsa di Indonesia maka kita wajib menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. 
 
TUJUAN KULIAH BAHASA INDONESIA
 
untuk menyempurnakan tata bahasa, penempatan tanda baca, pemilihan kata, gaya bahasa, struktur bahasa, sehingga dapat menampilkan hasil sempurna sebuah karya tulis, novel, ataupun tulisan – tulisan lainnya sehingga menarik, mudah dipahami oleh sipembaca.
Walapun hampir tiap detik kita menggunakan bahasa indonesia kadang kala sering kita tidak memperhatikan fungsi – fingsi tersebut dengan baik, sehingga tulisan yang dihasilkan dapat menyebabkan salah pengertian sehingga dapat menyesatkan pembacanya..

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar